Sejarah Peradaban Islam Pada Masa Khalifah Bani Umayyah

MAKALAH 

SEJARAH PERADABAN ISLAM PADA MASA KHILAFAH BANI UMAYYAH



Makalah ini disusun Untuk Memenuhi Tugas 
Mata Kuliah : SEJARAH PERADABAN ISLAM

Dosen Pengampu :
Bpk. Drs. Yasin Nur Falah M.Pd.I
KATA PENGANTAR


                  Disusun oleh:
 
                      Muhmmad Ihsan



INSTITUT AGAMA ISLAM TRIBAKTI (IAT) KEDIRI
FAKULTAS TARBIYAH
PROGRAM STUDY PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Tahun 2014 

Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufiq, hidayah serta hidayahnya. atas berkat petunjuk beliu sehingga saya dapat menyelasaikan tugas membuat makalah " Sejarah Peradaban Islam " yang membahas tentang Bab " Sejarah Peradaban Islam Pada Masa Khilafah Bani Umayyah".
Kami sangat berterima kasih kepada bapak pembimbing " Bapak Drs. Yasin Nur Falah. M.Pdi ". yang selalu sabar membing kami. Dan semua pihak yang telah membantu kami dalam penulisan makalah ini.
Kami sadar, bahwa dalam penulisan makalah hadits  ini, tentu masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami mengharap atas kritik dan saran dari semua pembaca, agar makalah ini bisa lebih sempurna. Sebab ada sebuah pepatah: "Jika sesuatu itu telah usai, maka nampaklah kekurangannya".
Dan kami berharap, semoga makalah ini bisa bermanfat, bagi penulisnya khusunya, dan semua pembaca pada umumnya. Dan semoga Allah AWT selalu memberi petunjuk kepada kita dalam mengemban amanah dan tugas suci ini, dalam rangga mengabdi kepada bangsa dan Negara melalui ta'lim wa al-ta'alum. Amin.

Kediri; 19 September 2014


Penyusun


DAFTAR ISI


HALAM JUDUL……………………………………………………………….
i
KATA PENGANTAR..………………………………………………………..
ii
DAFTAR ISI…………………………………………………………………...
iii
BAB I PENDAHULUAN


1
Latar belakang………………………………………………………..
01

2
Rumusan masalah………………………………………….................
02

3
Tujuan Penulisan ………………………………………………..…...
02
BAB II PEMBAHASAN


4
Sejarah berdirinya……………………...…………………………….
04

5
Kemajuan dibidang ekonomi …...…………………………………...
09

6
Kemajuan di bidang social budaya……………….………….…….…
09

7
Kemajuan di bidang politik ……………….………………….….......
10

8
Kemajuan di bidang ilmu pengetahuan……………………….……...
12

9
Perluasan wilayah Khilafah Umayyah………………………….……
14

10
Pola pendidikan dan pusat pendidikan………………………….……
16

11
Pola administrasi pemerintahan Umayyah….………………………..
18

12
Kemunduran Bani Umayyah…………………………………………
19
BAB III PENUTUP


13
Kesimpulan…………………………………………………………...
21

14
Kritik dan saran………………………………………………………
24
DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….
25

BAB II
PEMBAHASAN
A.            Kondisi Spanyol Pra Islam
Dulu, Spanyol sebelum islam masuk, berada dibawah kerajaan Romawi. Bangsa Romawi dapat menguasai simenanjung itu pada tahun 133M. Di masa pemerintahan mereka ini, masuk pula sejumlah besar orang-orang Yahudi.[1] Suku-suku vandal pada abad ke-5 M. dapat menyerang bangsa Romawi. Sejak itu nama Spanyol berubah menjadi Vandalusia, yaitu negeri bangsa Vandal. Bangsa Arab kemudian menamainya dengan Al-Andalusia, yang lebih dikenal dengan nama Andalusia.[2]
Menjelang penaklukan Spanyol oleh orang-orang Islam, kondisi sosial, ekonomi dan politik negeri ini berada dalam keadaan yang memprihatinkan. Negeri di semenanjung itu didiami oleh penduduk yang berbeda-beda kebangsaan dan agamanya. Antara orang Kristen dan Yahudi timbul permusuhan yang meruncing dan sering kali orang Yahudi mengalami kekalahan dan menderita bermacam-macam kesusahan. Penguasa Ghothic bersifat tidak toleran terhadap penganut agama lain. Penganut agama Yahudi di Spanyol dipaksa dibabtis menurut agama Kristen, yang tidak bersedia disiksa dan dibunuh.[3] Sehingga kelompok minoritas Yahudi selalu mendapat tekanan politik akibat berbeda paham dengan agama penguasa. Hal ini menambah kompleksnya persoalan sosial di wilayah ini.
Pada masa itu masyarakat Spanyol juga terpolarisasi dalam beberapa kelas sesuai dengan latar belakang sosialnya, sehingga ada masyarakat kelas satu, dua, dan tiga. Kelompok masyarakat kelas satu yakni penguasa, yang terdiri atas raja, para pangeran, pembesar istana, pemuka agama dan tuan tanah besar. Kelas dua terdiri atas tuan-tuan tanah kecil. Kelompok masayarakat kelas tiga terdiri atas budak, termasuk budak tani yang nasibnya tergantung pada tanah tapi tidak menikmati tanah yang mereka garap, pengembala, pandai besi, orang Yahudi, dan kaum buruh dengan imbalan makan dua kali sehari.
Dengan adanya kasta tersebut mengakibatkan rakyat kelas dua dan tiga sangat tertindas, mental dan perilakunya merosot. Demi mempertahankan hidup, mereka harus mencari nafkah dengan jalan membunuh, merampas atau membajak. Kebangkrutan moral mereka itu bersamaan dengan jatuhnya ekonomi seperti yang diungkapkan Amir Ali: “Their morality became as degraded as their material condition was wretched”. Moralitas mereka menjadi terdegradasi karena kondisi material mereka yang buruk .[4]
B.            Masuknya Islam di Spanyol
Seiring semakin maju dan berkembangnya wilayah Islam di berbagai wilayah kekuasaannya nampaknya Islam tidak menyia-nyiakan kondisi ideal ini. Kematangan berfikir dan keyakinan terhadap agamanya justru semakin menancap dalam benak kaum muslimin untuk semakin mengembangkan cita-cita  agamanya  yakni menjadi Rahmatan Lil ‘Alamin. Sebelum taklunya Spanyol oleh kekuasaan Islam, umat Islam terlebih dahulu telah menguasai wilayah Afrika Utara dan menjadikannya sebagai salah satu provinsi dari Khilafah Bani Umayyah. Penguasaan sepenhnya atas Afrika Utara terjadi semenjak zaman Khalifah Abdul Malik, dan dipimpin oleh seorang Gubernur yakni Husna’ Ibnu Nu’man kemudian digantikan oleh Musa Bin Nusair. Kondisi ini nampaknya membuat  umat Islam mulai berfikir untuk melakukan ekspedisi yang jauh lebih besar lagi yakni untuk dapat menaklukan  Spanyol. Sehingga dapat kita pahami bahwa kekuasaan Islam di Afrika Utara sesungguhnya menjadi batu loncatan bagi berjalannya ekspedisi Islam ke Spanyol.[5]
Islam masuk Spanyol dalam dua gelombang: Pertama, pada masa Khalifah Al-Walid Ibn Abdul Malik (710-712), Kedua, Pada masa Khalifah Umar Ibn Abdul Aziz(717). Pada gelombang pertama ada tiga pahlawan Islam yang dapat dikatakan lebih berjasa memimpin pasukan islam dalam proses penaklukan Spanyol. Mereka adalah,
Pertama: Tharif bin Malik, sebagai pasukan perintis dan penyelidik. Dia berangkat diutus Musa bin Nusair pada tahun 710 M, dengan jumlah pasukan sebanyak 500 orang. Mereka berhasil menyebrangi selat yang berada diantara Marokko dan benua Eropa. di antara pasukan Tharif adalah tentara berkuda, mereka menaiki empat empat buah kapal yang telah disedia akan oleh Julian. Dalam penyerangan pertama itu, Tharif bin Malik tidak mendapat perlawanan yang berarti malahan mereka  menang dan membawa pulang harta rampasan yang lumayan banyak ke Afrika Uatara.
Kedua: Thariq bin Ziad, sebagai pasukan penakluk, mereka berangkat pada tahun 711 M. juga diutus Musa bin Nusair dengan jumlah pasukan sebanyak 7000 orang. Sebagian besar pasukannya adalah suku Barbar yang didukung Musa bi Nusair dan sebagian lainnya lagi adalah oran Arab yang dikrim Khalifah Al-Walid. Pasukan mereka menyebrangi selat dibawah pimpinan Thariq bin Ziyad. sebuah gunung tempat pertama kali Thariq dan pasukannya mendarat dan menyiapkan pasukannya untuk melakukan penyerangan yang disebut dengan nama Gibraltar (Jabal Thariq).
Mendengar kedatangan Thariq, raja Roderik mempersiapkan pasukan Ghatia sebanyak, ada yang mengatakan 70.000 orang dan ada pula yang mengatakan 100.000 orang yang terdiri dari orang-orang Yahudi dan orang-orang yang selama ini ditindas oleh raja Roderik, suatu jumlah yang jauh lebih besar dari pasukan Thariq.Maka Musa bin Nusair mengirim pasukan tambahan sebanyak 5000 orang atas permintaan Thariq. sehingga jumlah pasukan Thariq seluruhnya hanya 12.000 orang.[6] Dalam pertempuran di suatu tempat yang bernama Bakkah, raja Roderick dapat dikalahkan dengan. Dari situ Thariq dan pasukannya terus menanaklukan kota kota penting, Seperti;  Kordova, Grenada dan Toledo (ibu kotakerjaan Gotik saat itu).[7]
Ketiga: Musa bin Nusair, Dia berangkat dengan pasukan besar menyebrangi selat pada tahun 712 M, dan satu persatu kota yang dilaluinya cdapat ditaklukkannya. Seperti Sidomia, Karmona, Seville, dan Merida. dia dan pasukannya bergabung dengan pasukan Thariq di Tcoledo. Selanjutnya, keduanya berhasil menguasai seluruh kota penting di Spanyol, termasuk bagian utaranya mulai dari Saragosa sampai Navarre.
pada saat mereka hendak melanjutkan pertempuran sampai ke Pegunungan Pyrenia di utara dan selatan Perancis, datang panggilan dari Kholifah al-Walid bin Abdil Malik untuk menghadap Khalicfah di Damaskus dan melaporkan keberhasilannya. Andai kata panggilan ini tidak datang diperkirakan mereka akan dapat menaklukkan seluruh Spayaol sampai dengan Perancir, Italia, Bahkan seluruh Eropa Barat, mengingat mudahnya menaklukkan Spanyol karena saat itu kondisi sosial politik serta ekonomi yang rapuh turut menguntungkan pasukan islam.
Gelombang kedua, Penaklukkan Spanyol di masa pemerintahan Kholifah Umar bin Abdul Aziz (717 M) sasaranya untuk menguasai pegunungan Pyrenia dan Perancis selatan. Pimpinan pasukan dipercayakan kepada al-Samah, tetapi usahanya gagal dan dia terbunuh pada tahun 720 M. Selanjutnya, masih dalam masa Daulah Umayyah, pimpinan pasukan diserahkan pada Abdul Rohman bin Abdullah, tetapi penyerangannya ke Perancis tidak berhasil dan dia dengan tentaranya mundur kembali ke Spanyol.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penyerangan pasukan islam ke Spanyol hanya berhasil pada penyerangan gelombang pertama, sedangkan pada gelombang kedua gagal karena kondisi sosial politik serta ekonomi yang sudah berubah walaupun hanya dalam rentang waktu yang sangat singkat selama lima tahun (712 hingga 7717 M). Sesuatu yang sangat disayangkan banyak orang.[8]

C.            Perkembangan Islam di Spanyol.
Sejak pertama kali menginjakan kaki di tanah Spanyol hingga jatuhnya kerjaan Islam terakhir disana, Islam memainkan peranan yang sangat besar. Masa itu berlangsung lebih dari tujuh setengah abad. Sejarah panjang yang dilalui umat Islam di Spanyol dibagi menjadi enam periode, yaitu:
1)           Periode pertama (711-755 M)
Pada periode ini, Spanyol berada dibawah pemerintahan para wali yang di angkat oleh khalifah Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus. Pada periode ini stabilitas politik negeri Spanyol belum tercapai secara sempurna, gangguan gangguan masih terjadi, baik datang dari dalam maupun luar. Gangguan dari dalam antara lain berupa perselisihan diantara elit penguasa, terutama akibat perbedaan etnis dan golongan. Disamping itu, terdapat perbedaan pandangan antara khalifah di Damaskus dan gubernur Afrika Utara yang berpusat di Kairawan. Masing masing mengaku bahwa merekalah yang paling berhak menguasai daerah Spanyol ini. Oleh karena itu terjadi duapuluh kali pergantian wali (gubernur) Spanyol dalam  jangka waktu yang amat singkat.perbedaan pandangan politik itu menyebabkan seringnya terjadi perang saudara. Hal ini ada hubunganya dengan perbedaan etnis, terutama antara Barbar asal Afrika Utara dan Arab. Didalam etnis arab sendiri terdapat dua golongan yang terus menerus bersaing, yaitu suku Qaisy (Arab Utara) dan Arab Yamani ( Arab Selatan). Perbedaan ini sering kali menimbulkan konflik politik, terutama ketika tidak  ada figur yang tangguh. Itulah sebabnya di Spanyol pada saat itu tidak ada gubernur yang mampu mempertahankan kekuasaannya untuk jangka waktu yang agak lama.
Gangguan dari luar datang dari sisa sisa musuh Islam di Spanyol yang bertempat tinggal didaerah daerah pegungan yang memang tidak pernah tunduk kepada pemerintahan Islam. Gerakan ini terus memperkuat diri. Karena sering terjadinya konflik internal dan berperang menghadapi musuh dari luar, maka dalam periode ini Islam Spanyol belum memasuki kegiatan pembangunan dibidang peradaban dan kebudayaan. Periode ini berakhir dengan datangnya Abd. Al Rahman Al Dakhil ke Spanyol pada tahun 138 H/ 755 M.
2)           Periode kedua (755-912 M)
Pada periode ini, Spanyol berada dibawah pemerintahan seorang yang bergelar Amir (panglima atau gubernur) tetapi tidak tunduk kepada pusat pemerintahan Islam, yang ketika itu dipegang oleh kahlifah Abbassiyah di Baghdad. Amir pertama adalah Abdurrahman I yang memasuki tahun 138 H/ 755 M. dan diberi gelar Al Dakhil (yang masuk ke Spanyol). Dia adalah keturunan Bani Umayyah yang berhasil lolos dari kejaran Bani Abbas ketika yang terakhir berhasil menaklukan Bani Umayyah di Damaskus. Selanjutnya, ia berhasil mendirikan dinasti Bani Uamyyah di Spanyol. Penguasa penguasa di Spanyol pada periode ini adalah Abd. Al Rahman Al Dakhil, Hisyam I, Hakam I, Abd. Al Rahman Al Austh, Muahammad Ibn Abd. Al Rahman, Munzir Ibn Muahammad, dan Abdulloh Ibn Muahammad.
Pada periode ini, umat Islam Spanyol mulai memperoleh kemajuan kemajuan, baik dalam bidang politik maupun dalam bidang peradaban[9], antara lain: 
a.      Abd. Al Rahman Al Dakhil mendirikan masjid Cordova dan sekolah sekolah di kota kota besar Spanyol. 
b.      Hisyam terkenal dalam menegakan hukum Islam. 
c.      Hakam dikenal sebagai pembaharu dalam bidang kemiliteran. Dan dialah yang memprakarsai tentara bayaran Spanyol.
d.     Abd. Al Rahman Al Ausath dikanal sebagai penguasa cinta ilmu, dan pada masanya juga mulai masuk pemikiran filsafat, dan dia juga mengundang para ahli dari duania Islam lain untuk datang ke Spanyol hingga di Spanyol mulai marak kegiatan ilmu pengetahuan.
Walaupun banyak perkembangan pada periode ini, tetapi ancaman dan kerusuhan tetap terjadi, antara lain:
a.       Pada abad ke-9, stabilitas Negara terganggu dengan munculnya gerakan Kristen fanatik  yang mencari ke-syahidan (Martyrdom).  Tetapi, gereja Kristen di Spanyol tidak menaruh simpati pada gerakan ini, karena pemerintahan Islam mengembangkan kebebasan beragama. Penduduk Kristen diperbolehkan memiliki pengadilan sendiri berdasarkan hukum Kristen peribadatan tidak dihalangi. Lebih dari itu, mereka diizinkan mendirikan gereja baru, biara biara disamping asrama rahib atau lainnya. Mereka juga tidak dihalangi bekerja sebagai pegawai pemerintahan atau menjadi karyawan pada instansi militer.
b.      Pada periode ini  terjadi gangguan politik yang serius dari umat Islam sendiri. Golongan pemberontak di Toledo pada tahun 852 M membentuk Negara kota yang berlangsung selama delapan puluh tahun. Disamping itu sejumlah orang yang tidak puas membangkitkan revolusi, diantaranya adalah pemberontakan pemberontakan yang dipimpin oleh Hafshun dan anaknya yang berpusat pegunungan dekat Malaga. Sementara itu, perselisihan antara orang orang Barbar dan orang orang Arab masih terjadi.
3)           Periode ketiga (912-1013 M)
Pemerintahan ini berlangsung mulai dari pemerintahan Abd. Al Rahman III yang bergelar Al Nashir, sampai munculnya raja raja kelompok yang disebut muluk Al Thawaif. Pada pemerintahan ini Spanyol dipimpin oleh penguasa dengan gelar khalifah, penggunaan gelar ini bermula dari berita yang sampai kepada Abd. Al Rahman III, bahwa Al Muktadir khalifah daulah Bani Abbas di Baghdad dibunuh oleh pengawalnya sendiri. Dan ini menunjukan bahwa pemerintahan Abbassiyah berada dalam kemelut. Hal ini menyebabkan pemakain gelar khalifah yang telah hilang selama 150 tahun lebih. Khalifah khlifah tersebut anatara lain Abd. Al Rahman Al Nashir (912-961 M), Hakam II (961-976 M), dan Hisyam II (976-1009 M).
Pada periode ini umat Islam Spanyol mencapai puncak kemajuan dan keemasan menyaingi daulah abbassiyyah. Antara lain:
a.       Abd. Al Nashir mendirikan Universitas Cordova, perpustakaan yang memiliki koleksi ratusan ribu buku.
b.      Hakam II mendirikan perpustakaan dan rakyatnya dapat menikmati kesejahtraan dan kemakmuran pemabangunan kota yang berlangsung.
4)           Periode keempat ( 1013-1086 M)
Pada periode ini, Spanyol terpecah menjadi lebih dari tiga puluh  negara kecil dibawah pemerintahan raja raja golongan (al muluk al Thawaif) yang berpusat disuatu kotaseperti Seville, Cordova, Toledo, dan sebagainya. Yang terbesar diantaranya adalah Abbadiyyah di Siville. Karena terpecahnya Spanyol menyebabkan perang saudara, hal ini dimanfaatkan oleh umat Kristen  mengambil inisiatif, untuk menyerang umat Islam. Walaupun terjadi kekacauan politik, namun kehidupan intelektual terus berkembang pada periode ini, yaitu istana istana mendorong para sarjana dan sastrawan untuk mendapatkan perlindungan dari suatu istana keisatana lain.
5)           Periode kelima (1086-1248 M)
Walaupun dalam periode ini Islam terpecah menjadi beberapa negara, tetapi terdapat suatu kekuatan yang dominan, yaitu kekuasaan dinasti Murobithun (1086-1143) dan dinasti Muwahidun (1146-1235 M). dinasti Murobithun pada mulanya adalah suatu gerakan agama yang didirikan oleh Yusuf Ibn Tasyfin di Afrika Utara. Pada tahun 162 M, ia berhasil mendirikan kerajaan yang berpusat di Marakesy. Ia masuk ke Spanyol atas undangan penguasa pengusa Islam disana, yang tengah memikul beban berat perjuangan mempertahankan negeri negerinya dari serangan orang Kristen. Pada tahun 1086 M, dinasti masuk ke Spanyol dan berhasil mengalahkan pasukan Castilia. Karena perpecahan dikalangan raja raja muslim Yusuf melangkah lebih jauh untuk menguasai Spanyol dan ia berhasil untuk itu. Pada tahun 1143 M, dinasti ini berakhir di Afrika Utara maupun di Spanyol dan digantikan oleh dinasti Muahidun yang berpusat di Afrika Utara dinasti ini merebut kembali daerah Saragossa yang jatuh ketangan Kristen pada Murobithun. Dinasti Muwahidun didirikan oleh Muhammad Ibn Tumart. Dinasti ini  masuk ke Spanyol dibawah pimpinan Al Muni’m. diantara tahun1114 dan 1154 dapat menguasai kota kotamuslim penting di Spanyol yaitu Cordova, Almeria dan Granada. Dinasti ini mengalami kemajuan yaitu kekuatan kekuatan Kristen dapat dipukul mundur. Akan tetapi tidak lama kemudian umat Kristen dapat merebut kembali dan mengalahkan dinasti Muwahidun, yang menyebabkan dinasti ini kembali ke Afrika Utara. Keadaan Spanyol kembali kacau. Cordova dan Seville  jatuh ketangan Kristen kecuali Granada.
6)           Periode keenam (1248-1492 M)
Pada periode ini Islam di Spanyol hanya berkuasa di Granada dibawah dinasti Bani Ahmar (1232-1492 M). Pada masa ini peradaban kembali mengalami kemajuan seperti jaman Abd. Al Rahman Al Nashir. Kekuasaan ini yang merupakan kekuasaaan terakhir di Spanyol berakhir karena adanya perselisihan dalam istana untuk memperebutkan kekuasaan. 
Dalam masa lebih dari tujuh abad kekuasaan Islam di Spanyol, umat telah mencapai kemajuan disana, bahkan berdampak pada kemajuan yang lebih kompleks, antara lain 
a.      Kemajuan intelektual, seperti filsafat, sains, fiqih, musik, kesenian, bahasa, dan sastara.
b.     Kemegahan bangunan fisik, seperti; indahnya ibu kota Spanyol yaitu Cordova yang terdapat jembatan besar yang dibangun diatas sungai ditengah kota, terdapat istana istana ditengah kota yang memperindah pemandangan. Selain itu di Granada terdapat istana Al Hamra yang tidak kalah megahnya dengan istana di Corova.[10]
D.            Perkembangan Peradaban Islam di Spanyol (Andalusia)
1.     Perkembangan Pembangunan
        Kemajuan Bani Umayyah di Andalusia diraih pada masa pengganti Abd al-Rahman al-Dakhil. Kemajuan Kordova ditandai dengan pembangunan yang megah diantaranya:
a.          al-Qashr al-Kabir , kota satelit yang didalamnya terdapat gedung-gedung istana megah.
b.          Rushafat, istana yang dikelilingi oleh taman yang di sebelah barat laut Cordova.
c.          Masjid jami’ Cordova, dibangun tahun 170 H/786 M yang hingga kini masih tegak.
d.         Al-Zahra, kota satelit di bukit pegunungan Sierra Monera pada tahun 325 H/936 M. Kota ini dilengkapi dengan masjid tanpa atap (kecuali mihrabnya) dan air mengalir ditengah masjid, danau kecil yang berisi ikan-ikan yang indah, taman hewan (margasatwa), pabrik senjata, dan pabrik perhiasan.
2.      Perkembangan Ekonomi
         Perkembangan baru spanyol juga didukung oleh kemakmuran ekonomi pada abad ke-9 dan abad ke-10. Perkenalan dengan pertanian irigasi yang didasarkan pada pola-pola negeri Timur mengantarkan pada pembudidayaan sejumlah tanaman pertanian yang dapat diperjual-belikan , meliputi buah ceri, apel, buah delima, pohon ara, buah kurma, tebu, pisang, kapas, rami dan sutera. Pada saat yang sama, Spanyol memasuki fase perdagangan yang cerah lantaran hancurnya penguasaan armada Bizantium terhadap wilayah barat laut Tengah. Beberapa kota seperti seville dan Cordova mengalami kemakmuran lantaran melimpahnya produksi pertanian dan perdagangan internasional.
3.     Perkembangan Intelektual
Dalam masa lebih dari tujuh abad kekuasan Islam di Spanyol, umat Islam telah mencapai kejayaannya di sana. Banyak sekali kontribusi bagi kebangunan budaya Barat. Kebangkitan intelektual dan kebangunan kultural Barat terjadi setelah sarjana-sarjana Eropa mempelajari, mendalami dan menimba begitu banyak ilmu-ilmu Islam dengan cara menerjemahkan buku-buku ilmu pengetahuan Islam ke dalam bahasa Eropa. Mereka dengan tekun mempelajari bahasa Arab untuk dapat menerjemahan buku-buku ilmu pengetahuan Islam.
Dalam sejarah Andalusia, kota Toledo pernah menjadi pusat penerjemahan. Banyak sarjana-sarjana Eropa yang berdatangan ke kota Toledo untuk belajar dan mendalami buku-buku ilmu pengetahuan Islam. Islam di Spanyol telah mencatat satu lembaran budaya yang sangat brilian dalam bentangan sejarah Islam. Sains dan Teknologi.
Masyarakat Spanyol Islam merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari komunitas-komunitas Arab (Utara dan Selatan), al-Muwalladun (orang-orang spanyol yang masuk Islam), Barbar (umat Islam yang berasal dari Afrika Utara), al-Shaqalibah (penduduk daerah antara Konstantinopel dan Bulgaria yang menjadi tawanan Jerman dan dijual kepada penguasa Islam untuk dijadikan tentara bayaran), Yahudi, Kristen Mujareb yang berbudaya Arab, dan Kristen yang masih menentang kehadiran Islam. Semua komunitas itu, kecuali yang terakhir, memberikan sumbangan intelektual terhadap terbentuknya lingkungan budaya Andalusia yang melahirkan kebangkitan llmiah, sastra, dan pembangunan fisik di Spanyol. Disamping dari faktor kemajemukan masyarakatnya, negeri yang subur juga mendorong negeri Spanyol dalam mendatangkan penghasilan ekonomi yang tinggi dan pada gilirannya banyak menghasilkan pemikir. Berikut dibawah ini uraian mengenai perkembangan intelektual di masing-masing bidang:
a.    Astronomi
Di bidang astronomi, sarjana Islam al-Khawarizmi banyak sekali memberikan sumbangannya dengan karya-karyanya dan mempunyai pengaruh terbesar terhadap kontribusi ilmu pasti diantara semua penulis di abad pertengahan. Ia menulis buku al Jabr wa al-Muqabalah, yang memuat daftar astronomi yang tertua dan al-Khwarizmi merupakan orang pertama yang menyusun buku ilmu berhitung dan aljabar.
Namun disamping itu, tokoh yang paling terkenal dalam ilmu astronomi adalah Ibrahim ibn Yahya al-Naqqash. Ia dapat menentukan waktu terjadinya gerhana matahari dan menentukan berapa lamanya. Ia juga berhasil membuat teropong modern yang dapat menentukan jarak antara tata surya dan bintang. Ada pula Al-majiriyah dari Cordova, al-Zarqali dari Toledo dan Ibn Aflah dari Seville, merupakan para pakar ilmu perbintangan yang sangat terkenal saat itu.
b.   Matematika
Ilmu eksakta yakni matematika mulai berkembang karena didorong dengan adanya perkembangan filsafat. Ilmu pasti dikembangkan orang Arab berasal dari buku India yaitu Sinbad, yang diterjemahkan dalam bahasa Arab oleh Ibrahim al-fazari (154 H/ 771 M). Dengan perantara buku ini, kemudian Nasawi seorang pakar matematika memperkenalkan angka-angka India seperti 0,1, 2, hingga 9), sehingga angka-angka India di Eropa lebih dikenal dengan angka Arab.
c.    Filsafat
Sumbangan Islam dalam filsafat tak kurang pula terhadap dunia Barat. Minat filsafat dan ilmu pengetahuan mulai dikembangkan pada abad ke-9 M di masa Khilafah Bani Umayyah, Muhammad ibn Abd al-Rahman (832-886 M). Karya-karya ilmiah dan filosofis dalam jumlah besar diimpor dari Timur, sehingga Cordova menjadi perpustakaan dan universitas besar yang dapat menyaingi Baghdad sebagai pusat utama ilmu pengetahuan didunia Islam. Dalam keadaan ini, maka Spanyol banyak melahirkan filosof-filosof besar.
Tokoh pertama dalam sejarah filsafat Arab-Spanyol adalah Abu Bakr Muhammad ibn al-Sayigh (Ibn Bajjah). Ia lahir di Saragosa, lalu pindah ke Sevilla dan Granada. Ia bersifat etis dan eskatologi dalam masalah yang dikemukakannya seperti al-Farabi dan Ibn Sina. Magnum opusnya adalah tadbir al-Mutawahhid.Tokoh kedua adalah Abu Bakr ibn Thufail, penduduk asli Wadi Asy (sebuah dusun kecil disebelah timur Granada. Karya filsafatnya yang sangat terkenal adalah Hay ibn Yaqzhan.
Abad 12 sampai abad 16, aliran Ibn Rusyd (1126-1198 M) mendominasi lapangan filsafat di Iberia dan Eropa. Ibn Rusyd dari Cordova ini, dikenal sebagai komentator pikiran-pikiran Aristoteles sehingga dijuluki Aristoteles II. Ia juga memiliki ciri kehati-hatian dalam menggeluti masalah-masalah tentang keserasian filsafat dan agama. Sedang al-Kindi terkenal dengan menggabungkan dalil-dalil Plato dan Aristoteles dengan cara Neo-Platonis.
d.   Kedokteran
Ada banyak sumbangan Islam yang sangat menonjol dan telah menjadi dasar kemajuan Barat dalam ilmu kedokteran. Dokter Islam, al-Kindi (809-873 M), telah menulis buku Ilmu Mata yang diterjemahkan ke dalam bahasa Latin menjadi Optics. Selain itu, terkenal pula ar-Razi (865-925 M) yang oleh orang Barat-Latin disebut Rhazez. Ia mengarang sebuah buku kedokteran berjudul al-Hawi. Buku tersebut telah diterjemahkan oleh Faraj bin Salim (seorang tabib Yahudi dari Sicilia) ke dalam bahasa Latin dengan judul Continens atas perintah Raja Farel dari Anyou. Ia memuat dan merangkum ilmu ketabiban dari Persi, Yunani dan Hindu, dan hasil-hasil penyelidikan.
Ahli kedokteran yang terkenal pada saat itu antara lain adalah Abu al-Qasim al-Zahrawi. Di Eropa ia dikenal dengan nama Abulcassis. Beliau adalah seorang ahli bedah terkenal dan menjadi dokter istana. Ia wafat pada tahun 1013 M. Di antara karyanya yang terkenal adalah al-tasrif terdiri dari 30 jilid. Selain al-Qasim, terdapat seorang filosuf besar bernama Ibn Rusyd yang juga ahli dalam bidang kedokteran. Di antara karya besarnya adalah Kulliyat al-Thib.
Dokter islam lain yang terkenal adalah Ibnu Sina (Avecinna). Ia menulis buku yang berjudul al-Qonun fit-Thib, diterjemahkan dalam bahasa Latin dengan judul Qonun of Medicine dan menjadi buku pegangan diperguruan-perguruan tinggi selama 30 tahun terakhir dari abad 15. Buku kedoteran lain Ibn Sina berjudul Materia Medicamemuat kira-kira 760 macam ilmu dipakai pedoman terutama di Barat. Dikatakan oleh William Osler, bahwa diantara kitab-kitab yang lain, kitab Ibnu Sina lah yang tetap merupakan dasar ilmu ketabiban untuk masa yang paling lama.
e.    Sastra
Lahirnya karya-karya sastra didorong oleh kemajuan bahasa pada waktu itu. Bahasa Arab telah menjadi bahasa administrasi dalam pemerintahan Islam di Spanyol baik oleh orang-orang Islam maupun non-islam. Bahkan, penduduk asli Spanyol menomorduakan bahasa asli mereka. Mereka juga banyak yang ahli dan mahir dalam bahasa Arab, baik keterampilan berbicara maupun tata bahasa. Karya-karya sastra yang banyak bermunculan, seperti al-‘Iqd al-Farid karya Ibn Abd Rabbih, al-Dzakhirah fi Mahasin Ahl al-Jazirah oleh Ibn Bassam, kitab al-Qalaid karya al-Fath Ibn Khaqan, dan banyak lagi yang lain.
f.     Sejarah
Dalam bidang ilmu sejarah ternyata karya-karya ilmu sejarah ternyata juga memberikan sumbangan dan pengaruh dalam pemikiran-pemikiran sarjana Barat. Ibnu Khaldun, melalui karya Muqaddimah-nya, dialah yang pertama kali mengemukakan teori perkembangan sejarah, baik berdasarkan penyelidikan faktor jasmani dan iklim, maupun kekuatan moral dan ruhani. Sebagai orang yang mencari dan merumuskan hukum kemajuan dan keruntuhan bangsa, maka Ibnu Khaldun dapat dianggap sebagai pencipta ilmu baru, karena tak ada penulis Arab maupun Eropa yang mempunyai pandangan sejarah yang sejelas itu dan mengulasnya secara filsafat. Buku Muqaddimah Ibnu Khaldun menjadi tumpuan studi para ahli Barat dan ahli-ahli lainnya, dan kebebasan Ibnu Khaldun diakui oleh sejarawan Toynbee.[11]
E.            Pengaruh masuknya Islam terhadap renaisans di Eropa.
Kemajuan Eropa yang terus berkembang hingga saat ini banyak berhutang budi kepada khazanah ilmu pengetahuan Islam yang berkembang di periode klasik. Memang banyak saluran bagaimana peradaban Islam mempengaruhi Eropa, seperti Sicilia dan Perang Salib, tetapi saluran yang terpenting adalah Spanyol Islam.
Spanyol merupakan tempat yang paling utama bagi Eropa menyerap peradaban Islam, baik dalam bentuk hubungan politik, sosial, maupun perekonomian dan peradaban antarnegara. Orang-orang Eropa menyaksikan kenyataan bahwa Spanyol berada dibawah kekuasaan Islam jauh meninggalkan negara-negara tetangganya Eropa, terutama dalam bidang pemikiran dan sains di samping bangunan fisik. Yang terpenting diantaranya adalah pemikiran Ibn Rusyd [1120-1198 M]. Ibn Rusyd, melepaskan belenggu taklid dan menganjurkan kebebasan berpikir. Ia mengulas pemikiran Aritoteles dengan cara yang memikat minat semua orang yang berpikiran bebas. Ia mengedepanka sunnatullahmenurut pengertian Islam terhadap pantheisme dan anthropomorphisme Kristen. Demikian besar pengaruhnya di Eropa, hingga di Eropa timbul gerakan Averroeisme [Ibn Rusyd-isme] yang menuntut kebebasan berpikir. Pihak gereja menolak pemikiran rasional yang dibawa gerakan Averroeisme ini.
Berawal dari gerakan Averroeisme inilah Eropa kemudian lahir reformasi pada abad ke-16 M dan rasionalisme pada abad ke-17 M. Buku-buku Ibn Rusyd di cetak di Venesia tahun 1481, 1482, 1483, 1489, dan 1500 M. Bahkan edisi lengkapnya terbit pada tahun 1553 dan 1557 M. Karya-karyanya juga diterbitkan pada abad ke-16 M di Napoli, Bologna, Lyonms, dan Strasbourg, dan di awal abad ke 17 di Jenewa.
Pengaruh peradaban Islam, termasuk di dalamnya pemikiran Ibn Rusyd, ke Eropa berawal dari banyaknya pemuda-pemuda Kristen Eropa yang belajar di universitas-universitas Islam di Spanyol, seperti universitas Cordova, Seville, Malaga, Granada, dan Salamanca.
Selama belajar di Spanyol, mereka aktif menerjemahkan buku-buku karya ilmuwan-ilmuwan muslim. Pusat penerjemahan itu adalah Toledo. Setelah pulang ke negerinya, mereka mendirikan sekolah dan universitas yang sama. Universitas pertama di Eropa adalah Universitas Paris yang didirikan pada tahun 1231 M, tiga puluh tahun setelah wafatnya Ibn Rusyd. Di akhir zaman pertengahan Eropa, baru berdiri 18 buah universitas. Di dalam universitas-universitas itu, ilmu yang mereka peroleh dari universitas-universitas Islam diajarkan, seperti ilmu kedokteran, ilmu pasti, ilmu filsafat. Pemikiran filsafat yang paling banyak dipelajari adalah pemikiran al-Farabi, Ibn Sina dan Ibn Rusyd.
Pengaruh ilmu pengetahuan Islam atas Eropa yang sudah berlangsung sejak abad ke-12 M itu menimbulkan gerakan bangkitan kembali [renaissance] pusaka Yunani di Eropa pada abad ke-14 M. Berkembangnya pemikiran Yunani di Eropa kali ini adalah melalui terjemahan-terjemahan Arab yang dipelajari dan kemudian diterjemahkan kembali kedalam bahasa Latin.
Walaupun Islam akhirnya terusir dari negeri Spanyol dengan cara yang sangat kejam, tetapi ia telah membina gerakan-gerakan penting di Eropa. Gerakan-gerakan itu adalah: kebangkitan kembali kebudayaan Yunani klasik [renaissance] pada abad ke-14 M yang bermula di Italia, gerakan reformasi pada abad ke-16 M, rasionalisme pada abad ke-17M, dan pencerahan [aufklaerung] pada abad ke-18 M.[12]




[1]  A. Syalabi, Sejarah dan Kebudayaan Islam, (Jakarta: PT Alhusnma Zikra, 1995), hal: 157
[2]   Hasan Ibrahim Hasan, Sejarah dan Kebudayaan Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2006), hal: 58
[3] . Thomas W,  Arnold, Sejarah Dakwah Islam, (Jakarata: Wijaya, 1983), hlm. 118
[4]  http://strata2.blogspot.co.id/2016/01/peradaban-islam-spanyol-dan-pengaruhnya.html. diakses pada tgl 24 Nopember 2016.
[5] Ibid
[6]  Syamruddin Nasution, "Sejarah Peradaban Islam". (Riau: Yayasan Pusaka Riau, Cet III, Nopember 2013). hal: 140-142
[7] A. Syalabi, Sejarah dan Kebudayaan Islam, hlm. 161
[8] Syamruddin Nasution, "Sejarah Peradaban Islam". (Riau: Yayasan Pusaka Riau, Cet III, Nopember 2013). hal: 143-144
[9]  Abuddin Nata, Sejarah Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana, 2011), hlm. 185
[10]  http://fitriano.blogspot.co.id/p/sejarah-peradaban-islam-di-spanyol_16.html. di akses pada tgl 24 Nopember 2016.
[11]  http://kumpulanpemakalah.blogspot.co.id/2014/10/sejarah-peradaban-islam-di-andalusia.html. di akses pada tgl 24 Nopember 2016.
[12]  S. I. Poeradisastra dalam Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008, Cet. ke-XXI), hlm. 110.

Share this

abaoutme

About Me

Muhammad Ihsan: Kang Santri Paud berasal dari Boyolali, tinggal di Kedunggobyak, Sobokerto, Ngemplak Boyolali Jateng. Saya baru belajar mendesain blog sekaligus menjadi admin blog ini.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar